1. Selama proses merancang hingga menyelesaikan penelitian & melakukan presentasi, bagian mana saja yang kalian nikmati? Sila ceritakan dengan singkat.
Sebelumnya, mungkin harus kita ganti dulu pertanyaannya ke “Apakah kamu menikmati proses merancang hingga menyelesaikan penelitian?” sesuai dengan tahapan pertama Socratic Question untuk mengklarifikasi terlebih dahulu.
Wkwk, kabor. Bercanda, Kak😭
Wah, kita harus kembali ke ± 1 bulan yang lalu ketika Gya dan Litak masih kebingungan untuk memilih mau meneliti apa. Awalnya kesulitan banget untuk menemukan benang merah dari peta pikiran dengan topik Teknologi di Perikanan yang tim Sashimi buat. Tim sashimi sampai sempat konsultasi dengan Kak Inu karena aku dan Litak tidak menemukan benang merah dari apa yang kami tulis HAHAHAHA, alias bingung sendiri. Padahal, balasan pesan Kak Inu adalah,
[5:22 PM, 1/28/2021] Kak Inu: Teknologi kan luas tuh
[5:22 PM, 1/28/2021] Kak Inu: Kalian urain dl apa aja. Lalu lihat yg paling logis buat dilakukan dan diteliti apa
[5:22 PM, 1/28/2021] Kak Inu: Aku udh liat sih dr sini
[5:22 PM, 1/28/2021] Kak Inu: 😬
[5:22 PM, 1/28/2021] Kak Inu: Tp coba kalian temuin dl
Tapi kami tetap bingung.
“Opo yo lit, kok aku malah tambah ruwet” (“Apa ya lit? Kok aku malah tambah bingung”)
“Haiyo podo” (“Lha iya, sama”)
Di atas merupakan contoh percakapan nyata yang cukup merangkum kebingungan kami. Akhirnya kami memutuskan untuk memilih tema berhubungan dengan teknologi yang sudah ada, “fish finder”. Mengingat bahwa di pertemuan dengan Aruna.Id, Kak Utari juga menjelaskan mengenai teknologi tersebut.
Singkat cerita, aku dan Litak sudah mulai berjalan dua minggu mencoba mendalami topik itu, kemudian petir pun menyambar. Kalau aku tidak salah, kami sadar bahwa meneliti tema itu dalam waktu kurang lebih satu bulan pasti akan sangat sulit. Tidak mungkin bisa. “Ambis banget ya kalian” mungkin akan seperti itu komentar-komentar yang keluar. Alhasil, judul kami ganti di tanggal 12 Februari 2021 menjadi “Media sosial sebagai alat untuk peningkatan kesadaran anak muda terhadap laut dan perikanan”. Alias, diubah menjadi teknologi yang sangat dekat dengan kehidupanku dan Litak sebagai generasi Z.
Lika-liku pencarian judul itu yang menurutku menarik! Pantesan kalau di Twitter suka lihatt orang-orang bertanya soal judul skripsi ya, banyak juga candaan tentang judul yang ditentang dosen. Jadi mengerti wkwkw
2. Selama proses tersebut, apa saja tantangan yang kalian alami dan bagaimana kalian menghadapinya? (termasuk masalah manajemen waktu dan kerja tim)
Selama proses Kelana Maya, pastinya banyak banget kendala yang aku alami. Mari kita coba list!
- Self-Control. Sebenarnya ini sempat aku bahas juga waktu sesi dengan Kak Inu di tahap 2. Dengan aktivitas dan proses pertumbuhan yang sedang aku hadapi sekarang, aku lumayan sulit untuk bisa melakukan ini. Banyak banget yang lagi terjadi di hidupku! Untungnya sekarang sudah lebih baik, di belakang ini semua ada banyak drama kehidupan yang sebenarnya sudah malas juga untuk aku bahas.
- Manajemen waktu. Semua yang berhubungan dengan waktu sih. Ibarat memilih virtue dan pleasure, bukan? Menurutku di tahap 3 ini, aku sudah agak lebih baik. Lebih banyak waktu yang diluangkan untuk bertemu dengan teman kelompokku untuk membahas masalah penulisan.
- Selesai banyak atau tidak sama sekali. Ini jelas tercerminkan di workplan kami, entah kenapa memang begitu cara kerja kami. Begitu bertemu, langsung menyelesaikan banyak hal, yang sebenarnya aku kurang tahu ini hal baik atau tidak. Ya, harusnya sih sudah bisa belajar untuk mencicil tugas. Ini sebenarnya melelahkan buat fisik. Pertemuan terakhir kami di sebuah cafe memakan waktu 6 jam untuk merampungkan penulisan, itu punggung dan mata rasanya sudah tidak bisa dideskripsikan lagi. Pulang-pulang langsung tepar! Jadi aku pikir ini poin yang penting.
3. Apa saja hal baru (yang berkesan), yang kalian dapatkan selama proses membuat penelitian di tahap 3? (pengetahuan/wawasan/keahlian baru)
Pertama, pastinya cara menulis. Dari mulai mengutip, mengambil sebuah argumen, dan menarik benang merah dari semua tulisan yang akan jadi dasar penulisan. Ini dari titik awal sih, dari mulai pencarian topik sudah harus bisa melihat benang merah. Melihat sebuah benang merah ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah,
“gimana ya biar argumen yang dibuat ini bisa lebih diperkuat?”
atau,
“gimana ya biar apa yang ada di kepala bisa ditumpahkan ke tulisan?”
Pengalaman aku dan Litak, kami harus merekam suara terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa menuliskan argumen yang ingin kita sampaikan. Penemuan bahan untuk menulis landasan teori juga ditemukan sembari menulis, jadi bingung sendiri haha.
Kedua, melakukan pekerjaan secara runtut. Ini belum sepenuhnya terjadi sih, karena lucunya saat penulisan kami melompati Bab II dahulu. Saat itu langsung kami berikan Bab I dan Bab ke III untuk dilakukan pengecekan. Sekarang kalau dipikir, ya pantas kebingungan ketika penulisan landasan teori hahaha.
Ketiga, pastinya tentang isu laut dan perikanan. Aku jadi harus menelusuri isu ini lebih lanjut, yang sebelumnya jarang aku telisik dan hanya sebatas “tahu”.
4. Ceritakan hal-hal yang kalian sesali terjadi selama tahap 3, jika ada. Dan, jika bisa diulang, hal apa saja yang akan kalian perbaharui/ubah dalam proses membuat penelitian (termasuk dalam manajemen waktu & kerja tim)?
Kalau udah soal merubah sesuatu dalam proses, agak sulit bagiku untuk menjawab. Namun, menurutku aku akan meluangkan waktu lebih di penulisan, terlebih di landasan teori. Menurutku, jika bisa diperbaiki mungkin akan disambungkan dengan teori “Continuous Information” dan data yang kami dapatkan bisa lebih dikaitkan dengan argumen-argumen yang dibuat. Data kemarin sepertinya hanya lebih untuk penguat argumen saja.
Selain itu, sepertinya aku belum menemukan hal lain yang ingin aku ganti. Karena dari perjalanan tahap 3 ini, aku juga tetap belajar tentang teman setim yang sudah kukenal selama kurang lebih 5 tahun. Tetap ada miskomunikasi dari kami, namun kemudian sebuah kesepakatan ditetapkan bahwa komunikasi memang sangat penting dan harus selalu memberi kabar. Setelah miskomunikasi, kami sudah menggunakan Workplan dan proses pengerjaan jauh lebih tertata setelah itu.
5. Adapun target lain dari program KM ini yaitu tentang keterampilan mengatur waktu dan kerja sama tim. Coba ceritakan singkat manfaat yang kalian dapatkan dari tahap 3 ini, terkait kedua hal tersebut. Adakah hal baru yang kalian kenali dari diri sendiri terkait kedua hal tersebut.
Di tahap 3 aku sudah lebih sering meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman setim sih! Terutama ketika proses penulisan. Aku menemukan diriku suka membuat Work Plan hahaha, wow mengejutkan. Mengenai hal apa yang akan kita tulis, argumen apa yang ingin kita buat, dan dari situ data apa yang harus ada untuk memperkuat. Keterampilan untuk melihat dari akar, mungkin itu yang ingin aku perkuat lagi dan sudah mulai muncul.
Kerja sama tim menurutku tidak ada masalah signifikan sih! Akhirnya bisa satu tim dengan Litak setelah saat SMP tidak pernah dikelompokkan bersama. Sama-sama belajar juga, aku juga menyesuaikan agar bisa saling sama-sama nyaman.
6. Terkait pelajaran filsafat, hal apa saja yang kalian (coba) terapkan selama proses di tahap 3 ini? Ceritakan manfaat yang kalian dapatkan dengan menerapkan hal tersebut. Dan apakah hal ini akan kalian berencana menerapkan untuk seterusnya?
Mengenai pelajaran Filsafat sebenarnya lebih diterapkan ke kehidupan sehari-hari. Asumsi dan klarifikasi dari awal kelas sudah sangat menonjol dan membantu untuk lebih berhati-hati lagi ketika beropini atau berbicara. Seperti yang aku sampaikan di atas mengenai keterampilan untuk melihat dari akar atau dalam filsafat istilahnya dapat melihat “matahari”, sudah mulai aku berusaha terapkan bahkan di kehidupan sehari-hari. Layaknya pengalamanku beberapa minggu yang lalu diwawancara oleh salah satu LSM, dengan bentuk pertanyaan “Setuju tidak kalau pemerintah membuat …?”
Jawabanku bukan setuju atau tidak setuju. Aku menjawab tergantung, aku harus tahu dulu siapa pembuatnya, untuk apa itu, nantinya akan bagaimana, baru aku bisa menjawab setuju atau tidak. Jawaban paling beda sepertinya, karena setelah aku menjawab “tergantung”, mereka langsung bertanya kembali “kalau boleh tau, kenapa?”. Usai aku menjelaskan, sang videografer langsung tersenyum sambil berkata “Kalau aku disuruh menjawab pertanyaan yang sama, jawabannya juga kayak gitu sih. Harus tahu dulu backgroundnya”
Ya, iyalah kalau di filsafat mah baru bayangan itu! Masa langsung setuju atau tidak setuju, mau dibawa kemana negara ini wakakaka. Hal-hal simpel seperti ini yang aku rasa sangat dipengaruhi setelah belajar pelajaran filsafat. Ketika aku bertukar pikiran dan mengobrol dengan orang lain jadi lebih menyenangkan dan jelas juga!
7. Terkait isu laut & perikanan, hal apa yang akan kalian lakukan/praktikkan usai program Kelana Maya? (Dari hal yang paling kecil hingga rencana bikin project, jika ada).
Rencana ke depan terkait isu laut dan perikanan … belum aku pikirkan lebih lanjut sebenarnya. Tapi, kalau BINSAR membuat acara dengan isu ini dan kolaborasi bersama lembaga lain seperti Econusa … hm … bisa kita pikirkan. Untuk kelanjutan penelitian, aku dan Litak belum memikirkan juga sih, tapi dari komentar-komentar kemarin ketika presentasi, sepertinya asik juga kalau kita lanjutkan.
Saat penelitian kemarin, sebenarnya ingin juga untuk membuat sebuah contoh konten dan membuat polling (apakah disukai atau tidak) agar mendapatkan jawaban lebih konkrit. Tapi tidak sempat!
Sekian dari refleksi kali ini, terima kasih! Sampai jumpaa~~