Haiii, Gya kembali di sini dengan sebuah refleksi dari Kelana Maya. Seminggu yang lalu, aku ‘berkenalan’ dengan riset bersama Om Yanuar dan kawan-kawan seperjuanganku (a.k.a Lita, Aruna, dan Kaysan). Sebenarnya bukan pertama kali sih aku tau soal riset. Sepertinya waktu dulu aku masih sekolah formal, aku juga pernah dijelaskan. Tapi, tidak terlalu ingat wakakaka. Kalaupun iya, mungkin hanya permukaan saja, tidak seperinci penjelasan Om Yanuar kemarin, dari definisi sampai ke urutan riset.
Sebenarnya belajar banyak banget sih, bahkan dari definisinya saja. Ternyata riset bukan hanya mengumpulkan informasi atau memindah fakta saja (#throwbackrisetdusunsumber), bukan secara acak dan tanpa interpretasi juga! Jadi bertambah pengetahuanku tentang riset, terus juga yang menarik dari pertemuan kemarin adalah:
“Kalau kita sudah tau faktanya, bagi kita itu bukan riset”
Entahlah, sepertinya sebelum dijelaskan kemarin, aku belum akan sadar tentang itu.
Oiya, sebelum Kelana Maya, kita kan ada Kelas Filsafat Remaja juga. Jadi sudah dikenalkan dengan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis yang ada di Problem Statement.
Tapi meskipun udah dikenalkan, waktu langsung diminta untuk memberi contoh, aku langsung agak bingung sih. Mungkin karena efek benar-benar habis pulang dari magang juga wkwkwk. Apalagi kemarin contoh yang aku buat adalah ‘rambut’. Salah awalannya dah, bikin pusing sendiri🤣
Kemudian ada juga “Siklik” atau Cyclic kalau dalam Bahasa Inggris. Ibaratnya kalau dalam Socratic Question sama seperti poin ke-enam kali ya, yang Questions about Question.
Nah, setelah penjelasan soal riset, kami lalu memasuki sedikit ke hubungan data dan riset. Data Primer dan Data Sekunder. Data yang dicari sendiri dan Data yang sudah ada sebelumnya (Dari pihak lain) dengan contoh-contohnya.
Kalau tentang Kuantitatif dan Kualitatif, sepertinya aku sudah pernah dengar sebelumnya. Belum diperinci sih karena selebihnya akan dijelaskan di kelas berikutnya. Tapi, Om Yanuar menyebutkan juga Positivistik dan Interpretivistik yang belum pernah aku dengar.
“Positivistik? P-positif??”
Mungkin begitu pikiranku saat mendengar kata itu hahaha.
Ya, keseluruhan kelas kemarin memperjelas tentang riset secara general sih. Aku jadi dapat pengetahuan baru juga! Harusnya di masa yang akan datang, bisa ya membedakan mana riset yang benar XD
Sekian Refleksiku kali ini, terima kasih sudah membaca ❤
Bonus: Terima kasih juga untuk Kak Mel yang sudah chat aku karena lihat mukaku yang pasti mrengut di recording kelas. Tenang, tenang, aku akan selalu mengabari kok hihi 🙂