Halo semua! Lama tak jumpa. Gimana nih kabarnya? Udah memasuki bulan keempat kita self-quarantine/social distancing nih. Tambah semangat, tambah bingung, tambah bosen, apa tambah nyaman di rumah aja? Hm, kalau aku sih tambah bingung HAHAHAHA waktu tuh rasanya kayak lewat gitu aja. Gak kerasa kan kita udah di bulan ke-7 di tahun 2020 ini! Huhu, sedih.

Di masa pandemi ini, ayahku membeli mesin pencukur rambut layaknya di barbershop. Sudah kali kedua di masa pandemi ini aku yang menjadi tukang pencukur rambutnya. Mungkin karena efek pandemi juga, aku menjahili ayah dengan hampir memotong seluruh rambutnya sampai hampir gundul. Ya, biar tidak cepat panjang kan! Alhasil, sekarang kalau ayah pergi-pergi selalu menggunakan bucket hat HAHAHAHA.

Selain itu juga, di masa pandemi ini cucian piring semakin menumpuk. Karena harus #DiRumahAja tandanya tidak ada dolan, jajan, atau makan diluar. Jadi hemat sih :p
The New Normal

Selamat datang di New Normal. Akhirnya setelah 3 bulan berada di rumah, aku bisa keluar. Tentu dengan mengikuti protokol kesehatan pastinya! Sudah beberapa kali aku bersepeda keliling Jogja bersama dengan teman-temanku. Rekor terjauh sih, dari rumah sampai Tempo Gelato di Jalan Prawirotaman :p iya …. langsung ekstrim memang. Sebelum pandemi, bersepeda paling jauh hanya sampai Condong Catur. Begitu hiatus 3 bulan langsung sok iye XD

Dan kafe-kafe di Jogja sudah bisa dine in lho! Aku dan teman-temanku sempat pergi ke 2 kafe di masa New Normal ini. Di salah satu kafe, mereka tidak menerima menggunakan gelas dan hanya menggunakan gelas plastik saja. Masuk akal sih. Cukup sulit untuk bisa mengurangi sampah di masa pandemi ini. Beruntunglah di kafe yang kami kunjungi satunya menggunakan gelas tanpa perlu diminta.

Di kafe itu juga dipenuhi oleh tulisan-tulisan yang mengingatkan para pembelinya untuk berjaga jarak! Terutama di setiap meja dan di depan kasir.

Tak hanya di kafe saja, beberapa waktu lalu aku juga mengunjungi Pasar Beringharjo dengan bude, pakde, dan ayah. Hampir semua sudut toko punya tanda seperti ini. Bahkan di jalan ruko-ruko juga ada tanda ‘X’ di lantai untuk dijadikan tanda tempat berdiri.
Oiya, sebelum masuk Pasar, kalian juga harus memasuki sebuah kotak untuk menyemprot disinfektan! Canggih.


Selain ke Pasar Beringharjo, aku juga pergi memotret di depan UNY dengan Aruna. Kami ingin memotret tentang New Normal. Penjual sekarang terlihat menggunakan masker dan faceshield, tidak semua menggunakan faceshield sih. Tapi, semuanya pasti menggunakan masker. Kalau si mas ini, saat aku foto tengah bernyanyi-nyanyi lagu Bahasa Thailand dengan bersemangat.

Kami juga melewati kawasan rumah penduduk dan bisa kupastikan selalu ada tempat cuci tangan di setiap sudutnya. Semua rumah pasti menyiapkan tempat cuci tangan di muka.

Tidak semua tempat cuci tangan ada pesan yang tertulis, jadi kuabadikan salah satunya!

Oiya, poster soal cara mencegah penyebaran COVID-19 juga menempel diberbagai tembok rumah!


Semuanya terlihat sudah kembali ke aktivitasnya masing-masing dan menggunakan masker! Aku harap semuanya akan selalu mengikuti aturan dan protokol kesehatan 🙂

Ada juga pedagang yang menutupi tokonya dengan penutup plastik dan membuat semacam jaring untuk batasan berdiri pelanggan.

Kami juga sempat berkunjung ke salah satu tempat perbelanjaan di Jogja. Ada 3 penjaga di pintu dan kami harus mengisi data pengunjung dari gawai masing-masing. Setelah itu, baru dicek suhu badan. Hm, sebenarnya aku kurang yakin sih dengan teknik ini, karena pengisiannya saja dilakukan mandiri. Yakin semuanya bakal ngisi kalau tidak diawasi?

Di eskalator juga di-desain untuk mengurangi kontak fisik. Tapi, ya aku masih melihat beberapa orang tetap saja berdiri di tangga yang tertulis ‘X’. Apa kurang merah dan bold ya? Atau mungkin lupa kalau harus Social Distancing.

Kuakhiri Photostory kali ini dengan tulisan ini! Sebuah tulisan yang ada di tempat cuci tangan sebuah tempat perbelanjaan di Jogja. Kalau kita semua bekerja sama dan sabar, pasti pasien positif COVID-19 bisa berkurang. Mau sampai kapan bertambah seribu pasien positif per-harinya??
Hari ini saja bertambah 1,752 pasien ……
SPECIAL GUESTS
Dua orang yang meminta untuk dipotret! Say cheese dengan masker 😀


Setelah aku mengabadikan bapak ini, beliau berkata
“Jangan lupa pakai masker!” lengkap dengan jempol yang masih diacungkannya.
Tapi setelah kusadari, itu masker tidak sampai hidung pak … PUNTEN T.T
Terima kasih sudah membaca! Sampai jumpa di post selanjutnya. Jangan lupa jaga kesehatan dan gunakan masker 🙂 sampai hidung oke, jangan setengah-setengah AHAHAHAHAH