Senin, 30 Maret 2020
Hari dimana aku diberitahu tentang proyek ini. Proyek menyusuri perjalanan Agustinus Wibowo di buku Titik Nol. Sebenarnya awal dapat tugas ini aku merasa ‘Wah, asik juga nih proyek seni’, meskipun belum kebayang sih mau kayak apa hasilnya. Agak khawatir juga karena sedang dalam masa ‘Isolasi diri sendiri’, aku rasa bagian tersulitnya disitu. Biasanya kalau mengerjakan tugas yang menurutku cukup sulit, aku kerjakan di luar. Di cafe biasanya. Karena suasananya membantu banget buatku! Dan juga dikelilingi beberapa orang. Membantu banget untuk pikiranku biar gak kemana-mana dan bisa lebih fokus tapi, karena harus di rumah aja jadi lebih sulit.
Dua hari setelah tugas diunggah, aku masih belum bisa fokus. Rasanya bingung gitu, pokoknya gak bisa. Jadi, aku habiskan waktu untuk menonton acara hiburan. Susah juga sih mau apa-apa karena di pikiranku isinya ‘Peta woyyyy’ tapi di sisi lain otakku berkata ‘Gapapa, masih ada waktu. Ayo ngakak dulu’.
Sampai hari Rabu tiba dan aku panik! ‘Mampus lu belum apa-apa’ pikirku. Dari siang aku terus mikir dan puncaknya datang jam 3 sore. Nangis ‘nggilani’ menyerang, kalau aku lihat sekarang kayak lebay banget sih tapi, ingatlah saudara bahwa ini bagian dari ‘Perjalanan’ (*uhuk*). Memakan waktu kira-kira 2 jam sampai aku cukup tenang, bahkan di hari itu tangan kiriku sampai lemas. Mungkin saking ‘nggilani’nya.
Saking tidak fokusnya aku hari itu, sampai aku lupa merebus air untuk Ibu mandi! Alhasil, aku kena marah wakakakaka. Sepertinya ayah sadar akan itu, jadi aku langsung di’wawancara’. Kami juga mengobrol setelah itu, lalu keluarlah ide menggunakan papan yang menganggur di rumah dan pin. Malamnya, aku jadi bisa memulai mengerjakan proyek! Rasanya keren, entah kenapa.

Keesokan harinya yaitu hari Jumat, ada pertemuan rutin Jaladwara yang memakan waktu cukup lama. Jadi aku memutuskan untuk melanjutkan di hari Sabtu.
Pagi hari Sabtu tiba, aku langsung mandi pagi agar merasa produktif dan termotivasi. Tapi setelah mandi rasanya malah dingin, setelah berjemur satu setengah jam pun masih dingin. ‘Wah, kenapa ini ya …’ pikirku. Lama kelamaan malah ditambah pusing, jadi aku hanya tidur. Hari Minggunya masih sama! Rasanya kepala berat terus sakit di bagian belakang, yasudah hari lain untuk tidur. Setelah dicek ternyata tensiku rendah, huft memang sungguh sebuah perjalanan.
Hari Rabu aku meneruskan proyek! Mulai dari melanjutkan mencari informasi, menggambar, sampai mencari titk-titik kota. Setelah itu Pak Kumis a.k.a ayahku membantu untuk memasang pin karena harus menggunakan palu. Jujur, waktu menggambar negara dan mencari daerahnya adalah hal yang paling seru menurutku. Jadi lebih tergambar perjalanannya. Terus ada perasaan keren gitu, apalagi sewaktu mengaitkan benang. Padahal petanya masih polos!
Nah, setelah itu semua terjadi kami melakukan pertemuan online lagi! Jujur, setelah pertemuan itu jadi lebih tenang sih. Apalagi diberikan waktu lagi, ehm sebenarnya gak bisa aku gunakan dengan baik. Sedang lumayan sulit untuk produktif! Tapi, aku banyak berpikir untuk petanya.
Apa harus aku cat ya? Uhm, tapi susah nanti hilang semua gambarnya.
Apa harus aku tempelkan beberapa gambar? Susah juga penempatannya, nanti bikin pusing.
Apa harus aku lepas semua benang dan pinnya? Agar lebih mudah menjelaskan transportasi yang Ming gunakan seperti saran kakak-kakak Jaladwara? Wah, aku sungguh tidak ingin melakukan itu. Ada cukup banyak pin, setelah aku pikir mungkin ada cara lain.
Jadi, disinilah aku. Tepat di hari sebelum pengumpulan, kebingungan. Huh, kenapa juga aku tidak bertanya dengan kakak-kakak Jaladwara? Atau ayah dan ibu? Ya iya, penyesalan tuh memang adanya di akhir. Padahal sudah ditekankan banget dari awal untuk cerita semuanya hihi.
Tapi diluar itu semua, aku rasa ini adalah proyek yang paling banyak ceritanya. Prosesnya panjang, penuh dengan naik-turun hahaha. Yang diawal proyek cari pelarian dulu sebelum ngerjain, kemudian ‘ditampar’ realita, terus sakit, gak punya ide, sampe ngerjain semuanya dalam 1 hari. Kayaknya proyek iniyang punya paling banyak cerita. Hal positif lainnya sih, aku yakin banget bakal ingat ini dalam jangka waktu yang lumayan lama! Apalagi aku belajar lebih tentang manejemen waktu dan diriku sendiri.
FOTO!





