o p i n i!

Hai, semua! Di pertemuan terakhir aku dan Aruna diminta untuk memberikan opini dari 5 pertanyaan seputar buku Titik Nol. Jujur, aku juga agak bingung yakin gitu hehe selamat membaca!

Bagaimana pendapat/opini tentang fenomena bagi-bagi hadiah oleh turis ke warga lokal?

Aku rasa mungkin kurang tepat untuk membagikan snack-snack atau makanan ringan. Mungkin bisa dilihat dulu dari adat dan kebiasaan penduduk di sana karena belum tentu bisa dikonsumsi dan menghargai. Menurutku mungkin lebih baik bermain permainan daerah atau memberikan suvenir ciri khas daerah masing-masing (misal, gantungan kunci).

Menurutku dengan begitu jadi sama-sama memiliki pengalaman dan informasi baru.

Perjalanan pasti mengubah manusia’

Setelah aku pikir-pikir, sepertinya memang sebuah perjalanan pasti mengubah manusia. Kemana pun dan bagaimana pun. Karena di perjalanan pasti akan menemukan hal yang baru. Menurutku dengan begitu, mau tidak mau kita jadi beradaptasi dan membuka pikiran tentang hal-hal yang baru. Mungkin contoh kecilnya saat aku pergi ke Singapur, orang-orang di sana menaiki eskalator dengan rapi dan teratur. Kalau tidak buru-buru bisa berdiri di sisi kiri eskalator dan di sisi kanan untuk orang-orang yang mengejar waktu. Jujur kalau tanpa pengalaman itu mungkin aku tidak akan pernah tahu dan sekarang juga menjadi kebiasaan sendiri.

Kaitan dengan Ekspedisi Remaja? Kenapa diminta membaca buku itu?

Menurutku kenapa buku ini dipilih karena perjalanan yang dilalui Agustinus Wibowo menunjukkan perjalanan menjadi seperti orang lokal yang sebenarnya. Cara Agustinus bisa cepat beradaptasi, pandai membuat percakapan, dan tidak gampang menyerah harus bisa dicontoh. Selain dari isi dalam cerita, cara penulisan Agustinus juga bisa dijadikan contoh bahwa catatan perjalanan tidak semua harus detail.

Hal sepele untuk bahagia

  • Dengerin Musik
  • Nonton film atau drama
  • Lihat anak kecil
  • Gambar
  • Baca buku
  • Ngobrol sama orang atau diri sendiri
  • Cucian gak banyak
  • Tidur/rebahan
  • Hari libur atau hari bebas
  • Langit dan sunset
  • Makan pete, dendeng balado, dan sambel goreng kentang 
  • Mengetahui arti tanpa subtitel
  • Main sama temen-temen atau anak kecil
  • Menari
  • Menyanyi
  • Di kulkas ada cemilan
  • Otak bekerja dengan baik saat mengerjakan tugas
  • Tidak lama menunggu kedatangan bis Transjogja
  • Main Twitter/ngobrol sama teman-teman online

Kalau ketemu Ming mau ngomong apa? 

Halo, Ming. Apa kabar? Hahaha mungkin daripada ngomong aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan saja. Aku cukup kepo dengan bagaimana Ming bisa menangani tekanan dan ketakutan dengan baik apalagi dengan kondisi sendirian, di tempat baru, dan tanpa kepastian. Apakah berdiam diri dan membiarkan waktu berlalu adalah salah satu cara Ming untuk mengembalikan semangat atau ada cara lain? Selain itu aku juga penasaran catatan Ming selama perjalanan, aku yang pergi 5 hari aja udah keteteran dan lupa ingat hahahaha. Apakah mencatatnya lewat voice record atau catatan semacam logbook?

Sekian untuk blog hari ini! Jujur, aku agak tidak yakin karena tulisanku selalu singkat-singkat hahahaha. Terimakasih sudah membaca 🙂

Tinggalkan Komentar