Pertemuan#26 Nov 2019

Hai semua! Kemarin hari Selasa tanggal 26 November 2019, aku dan Aruna bertemu dengan Kak Inu dan Kak Rintha. Kami ber-empat memutuskan untuk bertemu di halte Taman Pintar pukul 09.00 WIB. Selamat membaca!

26 November 2019, 06.00 WIB.

Aku bangun dari tidur lalu turun ke lantai bawah, semalam aku tidur dengan ibu di kamarnya. Dan setelah itu aku sholat dan pergi mandi. Uhm, kali ini tidak rebus air hahaha sudah beberapa minggu ini aku menggunakan air dingin untuk mandi (entah kenapa hehe).

Setelah mandi, berganti baju, dan menyiapkan tas. jam sudah menunjukkan pukul 07.00, aku lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan bekal sarapan. Aku menggoreng cordon blue yang diberikan oleh Tante Yeni (kami main ke rumahnya senin malam). Tak perlu banyak waktu, hanya sekitar 5 menit warnanya sudah terlihat cokelat. Setelah ditiriskan, aku masukkan ke dalam tempat makan.

Tepat setelah itu, orangtuaku berangkat kerja.

Jam 07.12, aku membalas pesan Aruna dan berkata bahwa akan berangkat pukul 7.30 dari rumah.

07.25 WIB

Aku keluar dari rumah dan mengayuh sepedaku. Jalanan pagi itu sudah lumayan ramai, ada hal yang menangkap mataku. Ada dua siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu tengah menaiki motor. ‘Lho bukannya sudah mau jam 8 ya’ batinku saat itu.

Aku sampai di depan masjid pukul 07.32 dan panas matahari sudah bersinar terang. Aku sempat ragu dengan pesan Aruna terakhir jadi, aku memutuskan untuk menelepon-nya. Tepat saat itu juga, Aruna lewat dengan kaos berwarna merahnya. Ia melaju begitu saja dengan cepat. Jadi, aku langsung buru-buru menyusul.

Kami melewati rute baru nih! Kalau biasanya kami akan berbelok kearah kanan, kali ini kita langsung lurus ke selatan (seperti tanggal 15). Ini bakal selalu lewat sini terus sih.

Lewat jalan itu sebenarnya lebih seru. Kami melewati ruamh-rumah warga dan bahkan ada sebuah wisma yang teduh dan sejuk.

Aku selalu berusaha untuk menyapa semua orang yang aku lihat di jalan. Mulai dari para petani sampai ke penduduk sekitar yang berada di teras atau menyapu halaman. Aku ingat sekali bahwa aku sempat mencium asap pembakaran sampah tapi mungkin hanya sekali. Tidak seperti di jalan yang biasa kami lewati itu.

Kami sampai di Terminal Condongcatur sekitar pukul 08.00 dan terminal SANGAT sepi. Hanya ada seorang bapak penumpang yang duduk di halte. Kami menunggu kurang lebih 10 menit hingga bis kami, bis 3A datang.

Bis sebelumnya membawa banyak penumpang yang harus transit. Jadi, kami tidak naik bis berdua saja. Ada sekitar 10 orang di dalam bis dan sudah ku pastikan hampir semua akan turun di Terminal Jombor.

Kami melintasi ringroad utara itu dengan kondisi jalan yang ramai lancar.

Dan benar saja dugaanku. Semua orang turun di terminal Jombor kecuali aku dan Aruna. Kami langsung melirik satu sama lain saat itu. Kemudian satu orang lagi masuk ke dalam bis.

Kami menikmat perjalanan sampai disaat dimana seorang lelaki berseragam putih abu-abu masuk ke dalam bis. Ia lalu mengeluarkan uang dan memberikannya kepada petugas. Setelah itu, sebelum duduk, ia mengeluarkan Handphone-nya dan mengambil foto kearah SMKN 3 Yogyakarta sambil cekikikan. Aku lalu melirik ke Aruna dan ia juga ternyata melakukan hal yang sama. Ya … bolos boleh tapi jangan ‘sok iye‘ HAHAHAAHA

Ia setelah itu sadar diri dan duduk di kursi. Pemandanganku kemudian mengarah ke Sekolah Dasar di sisi timur. ‘Lho, kok ditutup gerbangnya? Libur?’ pikirku. Aku sampai mendongakkan kepala untuk melihat. Tapi kemudian, aku melihat banyak motor-motor yang terparkir dan sepatu-sepatu di dekat aula. Kukira hari libur tambahan setelah hari guru!

Saat sampai di dekat hotel Ina Garuda, aku melihat kearah jam yang menunjukkan pukul 9 kurang 15 menit. ‘Oh, semoga gak telat’ batinku. Dan maka dari itu, ketika sampai di Halte Taman Pintar kami langsung turun dan jalan menuju ke tempat Kak Rintha berada (kakak-kakak Jaladwara mohon jangan ketawa).

Sambil menunggu Kak Inu datang, kami melakukan sesuatu dulu. Hmmmmmmmm jangan kepo, ini rahasia negara.

Lalu setelah Kak Inu datang, kami berjalan kearah Jl. Malioboro. Kami duduk di sisi barat jalan, diatas kursi berbentuk setengah bola.

Kegiatan hari itu dimulai! Kami diminta membuat pertanyaan dari sebuah jawaban. Hoho, unik ya. Jawaban pertama pada tantangan itu adalah

Lalu, kami diminta untuk memilih sebuah jawaban sendiri. Kami diberi waktu 25 menit untuk 5 kata yang ada disekitar sana. Aku memilih rambut, sepatu, gerbang, bangku, dan earphone (ini karena lihat ada orang yang menggunakannya).

Acara setelah itu adalah berpura-pura mengobrol dengan penjual nasi bakar dan jasa gambar orang a.k.a Kak Inu dan Kak Rintha. Jujur, rasanya malah lebih rileks sih dari interview aslinya! Aku sih mendalami peran sebagai interviewer yang sedang digambar hahaha.

Acara kemudian adalah interview yang asli! Jujur, awalnya bingung banget mau tanya-tanya ke siapa. Sempat berpikiran bahwa kami harus beli es dawet dulu agar bisa bertanya-tanya ke pedagangnya tapi, aku tidak mau karena sudah bawa makanan (nanti takut kenyang). Aku dan Aruna sampai berjalan kesisi timur pasar Beringharjo.

Aku kemudian melihat seorang kakek yang tengah menghiasi keranjang bunga dengan kertas, aku memberanikan diri untuk bertanya. Tapi kemudian aku sadar bahwa beliau sudah memiliki kesulitan untuk mendengar. Kalau aku teruskan bertanya, nanti beliau harus fokus ke aku agar bisa mengerti. Jadi, aku mengurungkan niat dan berjalan kembali kearah selatan.

Kami lalu duduk di dekat pohon. Ya .. basa-basi gitu hahaha. Kemudian, aku melihat ke belakang dan tak melihat keberadaan Aruna. ‘Dia ngambil uang?’ pikirku. Aku pun berdiri dan mencarinya. Tapi, kemudian ia terlihat sedang berbicara dengan seorang bapak-bapak yang mengunakan caping berwarna biru.

Setelah itu, aku berniat untuk duduk di sisi

Tinggalkan Komentar