Tantangan#2 !

Kita kembali lagi dengan tantangan kedua! Yup, kita akan ke markas Jaladwara lagi tanpa diantar orangtua ataupun ojek online. Tapi, ada kejadian nih!

Jadi, sehari sebelum hari tantangan. Aku dan Aruna berencana untuk menyelesaikan beberapa tugas yang belum kami kerjakan. Sewaktu berangkat menuju rumah Aruna, bannya sudah benar-benar flat.

Setelah banyak lika-liku berpikir mencari cara dan berbicara dengan Kak Inu lewat aplikasi Whatsapp, aku pun diperbolehkan untuk diantar sampai terminal Condongcatur.

Keesokan harinya,

05.30 Pagi

Aku bangun dengan jantung yang berdetak sangat kencang. ‘Kirain telat’ pikirku dalam hati setelah melihat jam. Aku pun dengan cepat pergi ke kamar mandi untuk wudhu dan menunaikan sholat.

Setelah itu, aku memanaskan air untuk mandi dan pergi bersiap-siap (semalamnya aku terlalu pusing memikirkan sepeda, jadi belum siap-siap sama sekali). Selesai bersiap-siap, aku pun mandi.

06.30 Pagi

Aku sudah memesan ojek online. Tapi anehnya, kenapa orangnya tidak bergerak sama sekali? Aku kirimkan pesan juga tidak dibalas. Setelah 5 menit, aku pun membatalkannya dan memesan yang baru.

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir aku bisa saja diantar oleh ayah. Tapi, karena aku sudah tau jalur mana yang akan ayah pilih. Aku memutuskan untuk tidak berangkat bersamanya.

Sekitar jam 6.45 aku berangkat dari rumah bersama mas ojek online.

Dan, benar tebakanku! Mas ojek online memilih untuk melewati Jalan Kaliurang yang sudah kupastikan, tak mungkin kulewati jika aku berangkat dengan ayah.

Karena melewati Jalan Kaliurang, aku jadi melewati Sekolah Dasar yang ada didekat pasar. Banyak sekali muridnya, kebanyakan sih sedang jajan didepan sekolah. Bahkan, aku juga melihat guru yang sedang jajan makanan.

Kemudian, aku melewati Pasar Gentan, tidak begitu ramai. Sama seperti Jalan Kaliurang. Entah kenapa, pagi itu jalanan masih sepi. Hanya ada kurang lebih 5 motor dari arah utara. Enak juga ya, masih sepi.

Kemudian, masnya membelokkan motornya kearah Jalan Gandok. Di jalan itu, sama seperti minggu kemarin. Banyak yang bakar sampah di pagi hari.

Lalu, aku juga melihat banyak kakek-kakek dan nenek-nenek yang sedang bersiap untuk melakukan senam. Mereka semua sudah berdiri di halaman sebuah rumah, beberapa sedang berbincang dengan satu sama lain. Pakaiannya warna-warni!

Para pedagang juga sedang bersiap untuk membuka toko mereka. Belum terlihat adanya penampakan makanan sih.

Sebelum sampai di terminal, aku sempat mencium bau makanan dari warung yang berada tak jauh dari terminal. Aku tidak yakin masakan apa itu, tapi dari baunya sih sangat enak.

Aku sampai di terminal Condongcatur sekitar pukul 07.00, aku kemudian samar-samar melihat seseorang melambaikan tangannya kepadaku. ‘Oh sudah masuk’ batinku (ya mukanya Aruna buram, aku tidak menggunakan kacamata). Aku langsung membayar 3.500 untuk masuk.

Di dalam halte terdapat jauh lebih banyak orang, jauh lebih banyak dari minggu lalu. Aku kemudian duduk di sebelah Aruna. Kami memulai untuk membaca buku yang harus kami buat refleksinya (Kelana dan The Naked Traveler). Sempat juga kami tertawa karena cerita yang lucu dari buku yang tengah kami baca tersebut.

Pukul 07.07, bis kami datang. Tak jauh berbeda dari bis minggu lalu, penumpang yang ada berjumlah 8 orang termasuk dengan aku dan Aruna.

Yang diputar dalam bis ini sayangnya bukan radio. Jadi, ada beberapa lagu yang tidak sesuai dengan mood pagi hari! Malah bikin galau dan mengerutkan kening (ini aku dan Aruna sih). Ini pertama kalinya aku mendengar lagu dengan lirik ‘Satu dua tiga empat lima enam tujuh lapan, itu hati apa kos-kosan’. Uhm, what?

Untuk misteri minggu lalu … (apakah bis minggu lalu melewatkan satu halte) Jawabannya, tidak. Tidak ada halte baru yang kami hampiri.

Didalam bis, aktivitas yang dilakukan orang-orang hanya kalau tidak bermain dengan ponsel pintar, ya hanya melihati jalanan. Tidak seperti minggu lalu yang lebih bervariasi.

Oiya, kalau minggu lalu kebanyakan orang turun di Malioboro, sekarang tidak! Hanya ada 5 orang yang turun di Malioboro tapi, didalam bis masih ada beberapa penumpang.

Bis ini …. entah kenapa, terasa begitu cepat. Apa karena sopirnya bejo ya? Jadi, jarang kena lampu merah hahaha

Tapi juga, selama di bis kami sempatkan membaca buku dan tertawa karena cerita lucu sih! Mungkin karena itu juga.

Beberapa saat sebelum sampai, kami sudah bersiap (biar tidak ketinggalan lagi!). Kami turun di halte Sugiono 2 dan langsung berlanjut untuk jalan ke markas.

Di jalan sebelah trotoar ada banyak bunga! Warna-warni gitu.

Sambil terus berjalan, kami harus melewati 4 orang (sepertinya 2 masih pemuda dan 2 orang lagi jauh lebih berusia). Mereka sedang tbercanda gurau sambil merokok. Saat kami akan lewat, aku dapat melihat mereka tersenyum. Huh, aku tau kita tidak boleh judge orang begitu saja …. tapi karena aku merasa itu sedikit menyeramkan, aku hanya pasang muka datar dan jalan dengan percaya diri.

Kami pun lanjut berjalan sampai markas!

08.02

Kami sampai di markas! Cukup pagi, bahkan Kak Rintha belum datang karena kita datang 30 menit lebih awal.

Sambil menunggu, kami makan roti dan juga mendengarkan radio yang diputar Kak Inu. Sempat juga membahas tentang kebakaran yang terjadi di SMA Teladan 1 Wirobrajan.

Kak Rintha tak lama datang, bersamaan dengan Kak Inu yang sedang bersiap mandi. Kami pun menunggu Kak Inu yang sedang mandi dengan berselancar di aplikasi twitter tentang kebakaran yang terjadi pagi itu.

Kegiatan#2!!

Pagi itu, aku dan Aruna diperlihatkan banyak foto dari laptop milik Kak Inu. Kami diminta untuk mengeluarkan pertanyaan dari foto-foto tersebut. Sesi pertama dilakukan secara langsung dan sesi kedua dilakukan dengan menulis pertanyaannya pada kertas.

Sebenarnya, agak sulit diawal. Karena aku takut pertanyaanku salah atau aneh. Tapi, Kak inu selalu berkata ‘Apa aja yang dipikiran kalian’. Hmmmm ragu terus hehehehe

Kami diperlihatkan banyak foto pedagang-pedagang yang sedang berjualan, pedagang yang tidur diatas kacang panjang, sampai nelayan yang berburu lumba-lumba. Banyak bangetttttt.

Kami mengakhiri sesi pertama untuk makan siang! Kami pergi ke warung dekat dengan markas. Disana aku pesan lele bakar dengan nasi bayam. Dan beneran enak banget! Murah lagi.

Setelah selesai makan, kami pulang ke markas. Sebelum memulai sesi berikutnya, kami menyempatkan diri untuk menonton trailer film ‘Ratu Tanah Jahanam’ hahaha. Kayaknya bakal nobar nih!

Sesi kedua dimulai!

Kami akan menonton wawancara video, lalu setelah menonton, kami akan menulis semua hal yang diingat dari wawancara tadi! Hmmmm susah sih buat aku.

Dulu waktu masih Kumon aja, susah banget hafalin hasil dari sin, cos, tan T^T padahal tiap hari ketemu, huft.

Alasan banget ya kan.

Kami menonton 3 video, berakhir sekitar pukul 3 sore. Karena sudah terlalu sore, kami memutuskan untuk langsung pulang!

Waktu pulang ….

Aku dan Aruna mau menyebrang untuk ke halte bis TransJogja. Tapi, jalanan sangat ramai! Mungkin karena jam waktu pulang kerja dan sekolah ya ….

Bahkan saat menyebrang pun, kami sempat stuck ditengah jalan raya. Agak panik sih, tapi berusaha tenang. Kendaraan dari arah kiri banyak banget sih! Kami bergandengan tangan sambil memperhatikan kendaraan (berharap ada yang memberi jalan).

Kemudian, ada sebuah mobil yang berhenti! (Ini … entah karena aku dan Aruna sudah agak sedikit maju kearah jalan atau dari hati nurahni wkwk). Kami pun menyebrang dengan sedikit berlari.

Nah, perbedaan didalam bis kali ini adalah kebanyakan bukan murid sekolah lagi! Aku lebih banyak melihat orang pulang kerja dan orangtua (kakek dan nenek, dari RS Dr. Sardjito).

Sampai di terminal Condongcatur …

Daritadi sebenarnya masih berpikir akan pulang naik gojek atau mau jalan kaki nekad sampai dekat rumah. Akhirnya aku memutuskan untuk jalan kaki! Karena sudah sore, aku memutuskan untuk sholat dulu di terminal, bersamaan dengan Aruna yang ingin pergi ke kamar mandi.

Saat mencari mushola, aku sempat kebingungan. Aku pergi kearah utara terminal, kupikir mushola pasti dekat dengan kamar mandi. Dan tidak ada! Lalu, aku bertanya kepada salah satu pedagang disana. Ternyata mushola berada diarah selatan. Aku pun berjalan lagi keujung sebelah selatan.

Musholanya tidak terlalu besar, ya cukup lah untuk sholat. Disebelahnya ada tempat wudhu dan kamar mandi. Meskipun terlihat sedikit kotor, tapi tidak bau sama sekali! Kurang tau sih kamar mandinya. Tapi, kata Aruna, kamar mandi yang berada ditengah terminal bau!

Aku pun menunaikan sholat sekitar 5 menit. Dipenuhi kegelisahan karena takut nanti akan terlalu gelap. Aku cepat-cepat melipat mukena dan menggunakan sepatuku.

Ada seorang ibu yang duduk didepan kamar mandi, sepertinya sedang menjaga kotak uang. Aku lalu menundukkan kepala sambil tersenyum yang dibalas dengan kata ‘Monggo’ dan senyuman. Aku kemudian berjalan dengan setengah berlari ke tengah terminal.

Setelah melihat keberadaan Aruna, kami langsung memulai berjalan pulang. Eh, sebelumnya sempat goyah untuk makan es campur seberang terminal hehehe tapi, sadar sudah akan gelap kami pun mengurungkan niat.

Oiya, saat Aruna akan mengambil sepedanya, aku akhirnya mengetahui siapa pemilik sepeda-sepeda lain yang berada disana. Sekumpulan laki-laki mahasiswa (dari penampilannya sih begitu, casual menggunakan jeans, t-shirt, dan kemeja yang ditali ke badan).

Tak lama setelah kami berjalan, kami menyempatkan diri untuk pergi ke CircleK. Alasannya karena, aku ingin mencoba Hydr* C*c* hahaha. Aruna juga membeli yoghurt.

Kukira Hydr* C*c* akan sangat manis seperti kata Aruna. Ternyata tidak, tidak manis dan tidak enak (dilidahku).

Kami kemudian melanjutkan berjalan. Jalanan ramai banget! Banyak motor, ya jam-jam pulang kerja memang semua jalanan pasti ramai kan.

Bahkan, saat akan menyebrang sebuah gang aku juga hampir ditabrak sepeda motor! Tenang, tidak se-dramatik itu kok. Saat aku akan menyebrang, aku melihat kearah kanan lalu kiri. Nah, masalahnya aku ragu! Jadi …..

Seingatku setelah itu, tidak ada suara bel dari motor. Aku langsung melanjutkan menyebrang dengan jantung yang berdetak lebih kencang. Aku langsung menoleh ke Aruna dan berkata ‘Itu kedua kalinya aku hampir ditabrak’ sambil menyentuh dada sebelah kiri.

Lalu, aku mulai bercerita tentang bagaimana aku dan seorang temanku menyebrang jalan besar didepan Lippo. Yang itu parah banget soalnya! Waktu itu, kami tidak bisa melihat motornya karena mobil-mobil yang berhenti menunggu lalu lintas. Lalu … ya, kalian bisa menebak. Bahkan, sampai bel kencang keluar membuat kami terkejut. Rasanya hampir mati!

Lalu, kami berjalan dengan aku yang berada didepan dan Aruna dibelakangku. Saat melewati tempat karaoke, sempat kami bercanda dengan mengatakan ‘Gimana? Mau mampir dulu?’ lalu dibalas dengan Aruna ‘Yuk’ lalu tertawa.

Tempat karaoke sepertinya rame. Banyak motor yang terparkir diluar. Mungkin karena hari Jumat ya. Saat kami lewat juga ada seorang siswi yang sedang dijemput dengan sepeda motor. Hmmm, yuk besok!

Tak lama setelah berjalan, ada seorang bapak yang keluar dari mobil. Ia kemudian menggendong anaknya yang berada dibagian tengah mobil. Saat sedang menutup pintu mobil, ia menjatuhkan kuncinya. Untung saja aku sedang fokus kearah mereka, jadi aku tau (kami sudah berjalan sampai didepan mobilnya).

Aku pun berteriak memanggil ‘Pak!!’ Dan ia menoleh.

‘Kuncinya jatuh’ kataku

‘Oh iya, makasih ya mbak’ balasnya

Wah, lega. Keraguanku untuk memilih berjalan kaki pulang langsung hilang. It was all worth it!

Hari kemudian mulai gelap, sebenarnya aku tidak enak dengan Aruna. Jadi aku menyuruhnya untuk melaju dengan sepedanya duluan.

Ya kan, aku bisa saja memesan ojek online kapan saja. Tapi, Aruna tetap menolak. Padahal ia sepertinya lelah, bukan apa-apa dia kan hanya menggunakan sendal jepit! Ia bahkan mulai menghitung langkah kaki yang kemudian aku ikuti.



Kami memutuskan untuk menyudahi berjalan sampai cafè yang kami datangi minggu kemarin, cafè bernama Ivy Coffee. Yap, kebetulan banget sampai didepan cafè ketika adzan maghrib berkumandang. Aruna langsung memasangkan lampu untuk sepedanya dan aku memilih menunggu.



Maksudku biar nanti ia jalan duluan dan aku bisa berada dibelakangnya saat dijalan bersama ojek online. Aruna pun berangkat duluan dan aku langsung order ojek. Huft, kukira ojek tersebut akan datang dengan cepat. Ternyata lumayan lama. Sampai kupikir orangnya sholat dulu.



Saat naik ojek….

Aku bertemu dengan Aruna dijalan! Untung saja ketemu (membutuhkan timing waktu dan telepati lho ini!). Aku pun meminta izin kepada bapak-bapak ojek untuk berada dibelakang Aruna.



Aku pikir ia akan melewati jalanan yang melewati rumah warga (lebih terang dan aman) tapi, ia ternyata lurus. Melewati jalan yang disekelilingnya sawah tanpa lampu. Jalan ini sangat tidak direkomendasi saat malam hari, terlalu risky!



Saat di jalan itu juga, Aruna kemudian berhenti. Kupikir karena lelah tapi ternyata, karena dudukan sepedanya yang semakin naik sehingga membuatnya tidak nyaman. Otomatis si bapak ojek berhenti. Membuatku juga merasa tidak enak. Disatu sisi aku ingin menemani tapi, disatu sisi juga aku tidak enak dengan si bapak.



Akhirnya aku memutuskan untuk duluan. Tapi, sangat pelan. Ya, pokoknya aku masih bisa lihat lampu sepedanya. Saat sudah dijalan besar, baru motor melaju dengan lebih cepat.



Saat motor melaju lebih cepat, aku sempat berbincang dengan bapak ojek. Dan daritadi aku salah … dia ternyata bukan bapak-bapak, melainkan mas-mas SMK yang baru saja lulus 3 bulan lalu. Setelah lulus, ia sebenarnya sudah bekerja dari awal lulus tapi, entah kenapa keluar dari pekerjaannya itu (aku lupa dia bilang atau tidak alasannya).



Ternyata juga ia baru memulai ojek online 3 hari yang lalu! Aku pun mengomentari dengan ‘Wah ya nek itu baru banget mas’



Mas, hehehe



Setelah ia berkata bahwa ia baru lulus, aku langsung mengganti panggilan ‘Pak’ dengan ‘Mas’. Ia juga bercerita bahwa ia membeli akun ojek onlinenya itu (itulah kenapa awalnya aku mengira dia seorang bapak-bapak).



Kemudian, kami sampai didepan rumah!



Reflection :

Overall, untuk hari ini

  • Aku belajar untuk cepat berpikir, cepat untuk mengeluarkan pertanyaan. Susah sih, karena masih banyak ragu.
  • Mengingat informasi! Nah ini … butuh banyak improvisasi :]
  • Tidak ragu dan lebih berhati-hati. Apalagi dalam menyebrang :))
  • Semua yang kita lakukan pasti ada hikmah dan kekurangannya! Kalau aja aku milih naik ojek online dari awal, aku gak bakal tau sudut mushola dimana, pemilik sepeda-sepeda yang sering aku lihat di terminal siapa, dan juga bagaimana rasa Hydr* C*c* hahaha. Senang juga bisa membantu si bapak yang tak sengaja menjatuhkan kunci mobilnya.

Yaa … meskipun pada akhirnya kaki pegal dan sampai rumah langsung naudzubillah baunya, tapi it was all worth and fun!

Sekian untuk hari ini! Mohon maaf kalo ada banyak salah ketik atau error. I’ll see you next time!

Warm hugs♡

Tinggalkan Komentar