first meeting! :)

Kemarin, pada tanggal 1 Oktober 2019. Aku, Aruna, Kak Inu, dan Kak Rintha berjanjian untuk bertemu di salah satu Kafe di daerah Gejayan. Kami sepakat untuk bertemu jam 4 sore waktu setempat dan aku datang jauh lebih awal dari jam yang dijanjikan. Jam menunjukkan pukul 3 sore saat aku sampai. Kenapa? Transportasi yang tidak memakan sepeser uang adanya hanya jam segitu, mau bagaimana lagi. *laugh emoji*

Setelah sampai, aku menaruh tas dan pergi ke kasir untuk memesan minuman. Pilihanku pasti selalu jatuh pada es milo. Karena kupikir akan memakan waktu lama menunggu, jadi aku memilih untuk juga memesan ‘Pizza mie’. Setelah memilih, aku memanggil sang juru masak yang tengah sibuk mempersiapkan bumbu dapur. Ia pun datang dan mengkonfirmasi bahan masakan untuk membuatnya ada. Tak berselang lama, ia kemudian melontarkan sebuah kalimat yang membuatku lumayan terkejut. Ia berkata bahwa wajahku tidak terlihat seperti wajah orang Jogja, melainkan mirip orang Sumatera. Hmmmm ia melihat wajahku dari sisi mana ya? hahahaha. Setelah ia melontarkan opini nya itu, aku hanya tertawa dan mengambil nota untuk membayar dari tangannya. Aku pun berjalan ke kasir.

Setelah masalah pembayaran selesai, aku kembali duduk. Sekitar 15 menit kemudian, semua pesananku keluar dan aku mulai menikmatinya. Kak Inu dan Kak Rintha tak lama datang dengan helm sepeda pada kepala masing-masing. Aku pun mengangkat tangan untuk menandakan keberadaanku di dalam kafe. Mereka kemudian dduk tepat diseberangku. Tetapi, ada hal janggal dari mereka yang sampai sekarang aku masih belum mengerti. Bagaimana bisa keringat mereka tidak berbau. Justru malah sebaliknya! Wah … aku masih penasaran sampai sekarang. #tolongberikantipsnyapadaku

Mereka kemudian duduk tepat dihadapanku. Sekitar 2 menit setelah itu, Aruna datang. Mereka kemudian memesan minuman bersama. Karena tak ingin membuang waktu, Kak Inu langsung memulai pertemuan itu setelah membayar pesanannya.

Pertemuan itu dimulai dengan membahas apa yang sudah dibicarakan para kakak-kakak dengan orangtuaku dan orangtua Aruna. Mereka memilih untuk membagi ekspedisi menjadi beberapa bagian. Nah, dari bulan 1 Oktober – 31 Desember 2019 akan dimulai dengan Triwulan Pertama. Di Triwulan Pertama ini kami akan mulai mendapatkan tantangan dan tugas setiap minggunya. Seperti contohnya, searching, reset tempat, dan observasi. Ya, biar ada jembatan agar kami bisa menggali lebih banyak informasi disananya nanti. Oiya, semua itu akan dilakukan di Google Classroom. Dari mulai memberikan tantangan sampai mengumpulkannya.

Setelah membahas dasar-dasar tersebut, kami mulai membahasa komitmen yang akan dipatuhi oleh kami sendiri. Kak Inu dan Kak Rintha memberikan Aruna dan aku waktu untuk berpikir sekitar 16 menit (totalitasnya sampai keluar ruangan!). Kami pun berakhir dengan 6 Komitmen.

  1. Taat dengan deadline.
  2. Belajar jadi anak yang menyenangkan.
  3. Belajar untuk menghadapi masalah, tidak lari dari konflik.
  4. Menjaga nama diri sendiri dan Jaladwara.
  5. Belajar kompak, kerjasama.
  6. Siap dan bersedia menerima konsekuensi dan tugas.

Setelah itu, kami juga membahas nilai-nilai yang akan diterapkan selama melakukan ekspedisi ini, yaitu

  1. Zero waste!
  2. Being a local.
  3. Hemat energi.
  4. Menyatu dengan orang-orang disana (bahasa, aktivitas).

Kami kemudian sharing cerita-cerita yang baru terjadi. Ada yang berhubungan dan bisa dijadikan pelajaran, ada juga yang nggak hahahaha. Gak deng! Kita semua harus bisa ambil positifnya :b

Pertemuan kami berakhir sekitar pukul 6. Kak Inu dan Kak Rintha pamit pulang terlebih dahulu, sedangkan aku dan Aruna menunggu orangtuaku untuk menjemput kami.

Tinggalkan Komentar